Hilang Tak Kembali
Papa...
Entah seberapa banyak keringatmu yang menetes di terik panas matahari untuk anakmu ini, tak sedikitpun kau mengeluh dengan kulitmu yang hitam terbakar. Dulu ketika aku masih sekolah, aku selalu marah karna waktumu lebih banyak bekerja di bandingkan dengan diriku..
Waktu itu saat ku melihat dirimu betapa hebatnya saat kau bekerja dan akupun ingin seperti dirimu bahkan lebih. Ketika aku mulai berhasil mengikuti jejak mu bahkan bisa melebihi dirimu, seakan itulah saat yang tepat untuk bisa menggantikan dirimu.
Tetapi masalah datang silih berganti datang, akupun mulai bisa menggantikan mu menghadapi semua itu agar aku selalu bisa berkumpul dengan mu. Namun takdir berkata lain saat Allah memberi cobaan yang sangat besar dan saat itu aku sangat marah. Marah kepada diri sendiri ! Kenapa aku tidak bisa menyelamatkanmu dari jurang yang dalam, sesal diri ini seakan tiada henti dan tiada arti.
Dan sampai saat tuhan menjemputmu akupun berusaha menerima dengan ikhlas tetap menguatkan mama dan adik-adikku. Aku kesal, kenapa aku belum sempat sepenuh nya membahagiakanmu. Maafkan diriku yang belum mampu menyelamatkan mu dari kerasnya terjangan ombak besar.
Tangis terkadang tak memandang waktu, dia datang secara tiba-tiba. Banyak sudah kisah yang kau tinggalkan kini hanya menjadi kenangan, seorang yang hebat pergi dan tak kembali. Sekarang hanya gelap yang menemanimu, yang bisa kulakukan hanyalah memanjatkan doa untukmu..
Selamat Tinggal
Tidur Yang Lelap
Mimpi Yang Indah
Maafkan aku...
Aku rindu padamu...
Entah seberapa banyak keringatmu yang menetes di terik panas matahari untuk anakmu ini, tak sedikitpun kau mengeluh dengan kulitmu yang hitam terbakar. Dulu ketika aku masih sekolah, aku selalu marah karna waktumu lebih banyak bekerja di bandingkan dengan diriku..
Waktu itu saat ku melihat dirimu betapa hebatnya saat kau bekerja dan akupun ingin seperti dirimu bahkan lebih. Ketika aku mulai berhasil mengikuti jejak mu bahkan bisa melebihi dirimu, seakan itulah saat yang tepat untuk bisa menggantikan dirimu.
Tetapi masalah datang silih berganti datang, akupun mulai bisa menggantikan mu menghadapi semua itu agar aku selalu bisa berkumpul dengan mu. Namun takdir berkata lain saat Allah memberi cobaan yang sangat besar dan saat itu aku sangat marah. Marah kepada diri sendiri ! Kenapa aku tidak bisa menyelamatkanmu dari jurang yang dalam, sesal diri ini seakan tiada henti dan tiada arti.
Dan sampai saat tuhan menjemputmu akupun berusaha menerima dengan ikhlas tetap menguatkan mama dan adik-adikku. Aku kesal, kenapa aku belum sempat sepenuh nya membahagiakanmu. Maafkan diriku yang belum mampu menyelamatkan mu dari kerasnya terjangan ombak besar.
Tangis terkadang tak memandang waktu, dia datang secara tiba-tiba. Banyak sudah kisah yang kau tinggalkan kini hanya menjadi kenangan, seorang yang hebat pergi dan tak kembali. Sekarang hanya gelap yang menemanimu, yang bisa kulakukan hanyalah memanjatkan doa untukmu..
Selamat Tinggal
Tidur Yang Lelap
Mimpi Yang Indah
Maafkan aku...
Aku rindu padamu...
Komentar
Posting Komentar